Make your own free website on Tripod.com

KASUS PEMBUNUHAN DI BANYUMAS 
Diduga karena Penggandaan Uang 

PURWOKERTO-Latar belakang kasus pembunuhan sadis terhadap Ibnu Darmawan, warga Desa Makam Haji, Kartosuro, Sukoharjo, yang juga karyawan Bank Niaga Ungaran mulai menunjukkan titik terang. Sebelumnya, jenazah Ibnu Darmawan ditemukan Petugas Serse Polwil Banyumas dengan membongkar tanah yang dicor rapi di pekarangan milik Karno, warga Desa Tunjung, Jatilawang, Banyumas, Selasa (10/10) malam. Saat ditemukan, jenasah dalam kondisi membusuk dan membengkak. 

Diperkirakan, Ibnu tewas sekitar 5 hari sebelumnya. Diduga, pembunuhan ini dilakukan oleh Im (27) seorang paranormal yang berpraktik di Desa Tunjung, Jatilawang, Banyumas, kemungkinan berkaitan masalah penggandaan uang. Sebelumnya korban pernah mentransfer Rp 5 juta kepada Im. Dan akhir September lalu, korban datang meminta uangnya kembali, tapi Im tak punya uang. Lantaran itu Ibnu lalu dihabisi nyawanya. 

Kabag Serse Polwil Banyumas, Ass Supt Drs Yudar Lululangi, di kantornya Jumat (13/10) mengatakan, sampai saat ini, tersangka Im tetap bungkam dan tak mau mengatakan latar belakang kasus pembunuhan tersebut. Dalam mengungkap latar belakang kasus ini polisi minta keterangan 5 orang saksi. Dari keterangan saksi dan 2 tersangka, diketahui bahwa kasus ini berlatar belakang masalah uang. 

Perkiraan itu diperkuat, setelah Polwil mendapat laporan beberapa warga yang mengaku ditipu tersangka. Beberapa pelapor mengaku, menyerahkan uang pada Im berkisar Rp 2 juta--Rp 3 juta untuk digandakan. ketika ditanya mengapa mereka percaya pada Im? "Im pernah mendemonstrasikan keahlian menggandakan uang di depan kami," jawab salah satu pelapor. Ternyata, uang yang akan dilipatgandakan itu tak kembali. 

Sementara itu tersangka lain, Sol (26) warga Desa Tunjung, Jatilawang, Banyumas berhasil diringkus di rumah saudaranya di Jakarta, setelah polisi menerima informasi dari warga. Dengan tertangkapnya Sol, maka dalam kasus ini, ada tiga tersangka yang ditahan. Yaitu: Im, Sol, dan Her (27), warga Tunjung yang terlebih dahulu mendekam di sel Mapolwil. (Disarikan dari KR, 141000)