Mantan Istri Ocalan Diduga DalangPembunuhan PM Swedia
Stockholm, Rabu 
Pihak berwajib Swedia hari Rabu (2/6) mengungkapkan rencana penyelidikan yang menunjukkan mantan istri pemberontak Kurdi, Abdullah Ocalan mungkin dalang pembunuhan PM Swedia Olof Palme tahun 1986 yang masih misterius.

Ocalan sendiri sedang diadili di Turki. Seperti dikutip kantor berita Anatolia, ia hari Selasa mengatakan, mantan istrinya Kesire Yildirim mungkin berada di belakang pembunuhan Palme.

"Kami akan berusaha mendapatkan informasi dari tangan pertama apa yang ia katakan dari polisi Turki atau siapa pun," ujar Jaksa Kepala Jan Danielsson. "Saat kita menaruh perhatian tentang apa yang ia katakan, kita akan memutuskan apa yang akan dilakukan."

Ocalan membuat pernyataan itu ketika ditekan hakim tentang apakah Partai Pekerja Kurdi (PPK) bertanggung jawab atas pembunuhan PM Palme. Ocalan menyangkal memberikan perintah untuk membunuh Palme setelah Swedia menolak permintaan suaka politik bekas anggota PPK.

Namun Ocalan menjelaskan dirinya mendengar keterangan bahwa sebuah kelompok sempalan yang didirikan bekas istrinya dan suami barunya, bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Danielsson mengatakan, Ocalan pernah mengatakan hal seperti itu.

Kesire tinggal di Swedia selama beberapa tahun pada awal 1980-an. "Sejauh ini ti-dak ada hal yang baru. Spekulasi PPK mungkin terlibat kejadian tahun 1986. Masalahnya apakah PPK terlibat belum pernah
diputuskan," kata Danielsson.

"JIka kami memutuskan untuk berbicara dengannya dan diizinkan melakukannya oleh pemerintah Turki, maka akan ada kesempatan melakukan (konfirmasi itu)," lanjut Danielsson.

Saat ini Ocalan berusaha keras menghindar dari ancaman hukuman mati. Turki menahannya karena dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 29.000 orang saat perlawanan bersenjata PK selama 14 tahun.

Palme adalah politisi kiri yang ditembak dalam jarak dekat oleh seorang pria bersenjata ketika ia berjalan kaki mau pulang dari sebuah bioskop bersama istrinya. Sejak akhir 1986 sampai awal 1987, PPK merupakan sasaran penyelidikan. Sejumlah orang pernah ditahan dari kalangan masyarakat Kurdi di Swedia. Palme sendiri dikenal membela nasib Vietnam dan menentang apartheid.

Teori lain menyebutkan, dinas rahasia Afrika Selatan berada di belakang pembunuhan itu. Bahkan muncul dugaan dinas intelijen Israel dan CIA dalang pembunuhan Palme. Polisi Swedia menerima lebih dari 18.000 petunjuk rahasia tetapi tidak menemukan tersangka utama. (Reuters/sep) 

Sumber: Kompas, Kamis, 3 Juni 1999