Menhan Yugoslavia Tewas Tertembak di Beograd
Beograd, Selasa
Menhan Yugoslavia Pavle Bulatovic ditembak mati oleh penyerang tak dikenal di sebuah restoran di Beograd pada Senin malam, kata pemerintah setempat.

Bulatovic (51), asal Montenegro yang menjabat sebagai Menhan sejak 1993 itu, merupakan tokoh yang dipandang setia kepada Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic. 

Ia adalah anggota senior Partai Rakyat Sosialis Montenegro, yang merupakan oposisi kepemimpinan pro-Barat di republik pantai, yang merupakan mitra Serbia dalam federasi Yugoslavia yang mereka bentuk. 

Sesaat setelah penembakan itu, pemerintah Yugoslavia melakukan sidang gawat darurat dan kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa Bulatovic merupakan korban tindakan teroris. 

"Pemerintah Federal menyatakan dengan kesedihan mendalam bahwa Pavle Bulatovic, Menhan federal, tewas malam ini di Beograd," demikian bunyi pernyataan itu. 

"Menteri Bulatovic adalah korban tindakan teroris klasik," kata pernyataan itu. "Pemerintah Federal mendukung sepenuhnya tindakan badan negara tekait dalam upaya mereka untuk melawan terorisme tanpa kompromi," demikian bunyi pernyataan itu lebih lanjut. 

Pemimpin oposisi Serbia yang tengah berjuang menggulingkan Milosevic mengatakan pembunuhan itu menunjukkan perlunya perubahan di Yugoslavia, yang dikucilkan oleh pihak Barat akibat peran Beograd dalam serangkaian
pertempuran di Balkan. 

Daftar panjang pembunuhan  
Penembakan itu dilakukan dalam tempo kurang dari sebulan setelah pembunuhan atas panglima perang Serbia yang ditakuti Zeljko "Arkan" Raznatovic, yang tewas akibat berondongan tembakan di lobi sebuah hotel di
Beograd pada 15 Januari. 

Kedua pembunuhan itu menambah panjang daftar pembunuhan politisi, pengusaha dan perwira polisi senior yang kebanyakan belum terpecahkan di Beograd sejak dekade lalu yang terjadi bersamaan dengan tumbangnya
negara sosialis Yugoslavia yang lama. 

Polisi mengatakan pembunuh melancarkan serangan pada pukul 18:55 waktu setempat (pukul 17:55 GMT) dengan memuntahkan tembakan melalui jendela restoran Rad, yang terletak di stadion sepak bola. 

"Penyerang tak dikenal menembak dengan menggunakan senjata otomatis melalui jendela restoran," demikian bunyi pernyataan polisi yang dikutip kantor berita resmi Tanjug. 

Dua pria lain yang duduk semeja dengan Bulatovic mengalami cedera ringan dan dilarikan ke rumah sakit militer terdekat, kata kantor berita Yugoslavia itu. Korban yang cedera itu adalah seorang direktur bank dan manajer restoran itu. 

Tidak ada laporan mengenai adanya pihak yang membalas tembakan itu. Dinding di belakang meja tempat Bulatovic dan kedua pria itu duduk tampak berlubang dan taplak meja putihnya tampak berlumuran darah. 
Sahabat keluarga Bulatovic sebelumnya mengatakan, "Ia telah meninggal dan kami semua terkejut." 

Bulatovic kerap datang ke retoran Rad, kata sahabatnya itu, yang menambahkan, "Ia merasa seperti di rumah sendiri di sana."  

Restoran Rad, yang terletak di distrik Banjica, adalah tempat pertemuan favorit warga Montenegro yang setia kepada Presiden Slobodan Milosevic. Bulatovic menentang langkah Montenegro yang ingin menjaga jarak dari
Serbia, yang merupakan mitranya dalam negera federasi Yugoslavia. ' 

Semasa serangan udara NATO di Yugoslavia akibat konflik Kosovo, Montenegro menunjukkan sikap mereka yang pro-Barat, tindakan yang mengecewakan Beograd. 

Sebagai Menhan, Bulatovic berperan penting dalam penggilasan etnik Albania di Kosovo dan pertahanan Yugoslavia menghadapi serangan udara NATO. Polisi menutup jalan di luar restoran. Polisi militer juga dikerahkan ke tempat kejadian. 

Pemimpin Demokrasi Sosial, Vuk Draskovic mengatakan Serbia telah berubah menjadi masyarakat yang semua warganya merasa tidak aman, sehingga Milosevic dan pemerintahnya seyogianya mundur.  

Pemimpin oposisi lainnya, yakni Zoran Djindjic dari Partai Demokrat mengatakan pembunuhan itu terjadi akibat situasi negara yang secara umum tidak normal. 

"Aturan main di sini adalah memecahkan konflik melalui pembunuhan," kata Djindjic. "Satu-satunya pemecahan atas masalah ini adalah dengan membentuk aturan hukum, menghilangkan sumber kekacauan hukum dan itu
berati mengubah rezim," katanya. 

Braca Grubacic, yakni redaktur buletin VIP, mengaku tidak melihat hubungan antara pembunuhan Arkan dengan Bulatovic. "Ini bukan cerita yang sama, menurut pandangan saya," katanya. 

Polisi mengaku telah menangkap sejumlah tersangka yang terlibat pembunuhan Arkan, tetapi mereka tidak memberikan penjelasan rinci mengenai motif pembunuhan itu. 

Grubacic mengkhawatirkan pembunuhan Bulatovic dapat semakin meningkatkan ketegangan di Montenegro dan menyulut terjadinya pembunuhan lain. 

Bulatovic dilahirkan di Desa Gornji Rovci di belahan utara Montenegro. Partainya merupakan oposisi di Montenegro tetapi masuk dalam pemerintahan pada tingkat pemerintah federal Yugoslavia. 

Sementara itu dari Washington dilaporkan AS pada Senin menganggap penembakan Menhan Yugoslavia merupakan petunjuk terjadinya peningkatan "iklim ketakutan" di Yugoslavia. 

"Ini merupakan satu lagi indikasi bahwa iklim ketakutan, kriminalitas dan kekerasan yang dihidupkan rezim Milosevic meningkat," kata Jubir Deplu AS, Philip Reeker. 8/2 (ant/Rtr/AFP/kj) 

Sumber: Kompas: 8 Februari 2000